Solar Subsidi Widang Dihentikan, Petani Tuban Resah Musim Tanam

Pengaduan Masyarakat 12 Jun 2026 23:07 2 min read 58 views By SR
Solar Subsidi Widang Dihentikan, Petani Tuban Resah Musim Tanam
"Ketepatan distribusi subsidi adalah kunci keadilan energi"

KABUPATEN TUBAN, JAWA TIMUR – Penghentian sementara penyaluran Solar Subsidi di SPBU 54.623.10 Desa Compreng, Kecamatan Widang, memicu keresahan petani di tengah musim tanam. Pasokan BBM yang biasanya menopang operasional pompa air kini tersendat, membuat pengurus Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) khawatir aktivitas pengairan lahan terganggu.

Langkah tegas ini diambil PT Pertamina Patra Niaga setelah menemukan indikasi pelangsiran melalui rekaman CCTV. Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa SPBU Compreng terbukti melakukan pengisian Biosolar ke drum menggunakan barcode kendaraan roda empat. “Pelanggaran ini jelas merugikan masyarakat yang berhak menerima subsidi,” ujarnya, Senin (8/6/2026).

Pertamina menjatuhkan sanksi pembinaan selama sepekan mulai 10 Juni 2026. Selama masa pembinaan, penyaluran Solar Subsidi dihentikan total. Pertamina juga mengingatkan bahwa pelanggaran berulang dapat berujung pada pemutusan hubungan usaha (PHU). Kebijakan ini sesuai ketentuan BPH Migas yang mengatur distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran.

Di lapangan, sejumlah petani mengaku kesulitan memperoleh solar untuk kebutuhan pengairan. Musim tanam yang berlangsung serentak membuat kebutuhan BBM meningkat tajam. Mereka berharap pemerintah daerah dan Pertamina segera menyiapkan solusi distribusi agar aktivitas pertanian tidak lumpuh. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU Compreng belum memberikan tanggapan resmi atas sanksi yang dijatuhkan.

Pertamina mengimbau masyarakat untuk turut mengawasi penyaluran BBM subsidi dan melaporkan indikasi pelanggaran melalui Pertamina Call Center 135. Perusahaan menegaskan komitmennya menjaga distribusi agar tepat sasaran, sementara keresahan petani Widang kini menjadi sorotan publik yang menunggu langkah cepat pemerintah dan Pertamina.

Chat with us on WhatsApp