Sekolah Gratis Lubuk Linggau Diduga Pungli SPP Rutin
KOTA LUBUK LINGGAU, SUMATERA SELATAN-Program Sekolah Gratis yang digembar-gemborkan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kembali menuai sorotan. Di SMA Negeri 1 Lubuk Linggau, siswa diduga masih diwajibkan membayar SPP sebesar Rp100 ribu per bulan, meski sekolah negeri seharusnya bebas pungutan.
Dana BOS dan Pungutan
Ironisnya, sekolah tersebut telah menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mencapai Rp2,93 miliar untuk 1.092 siswa pada tahun anggaran 2023–2024. Namun, pungutan rutin dari lebih dari seribu siswa menghasilkan tambahan dana sekitar Rp1,24 miliar per tahun. Publik pun bertanya-tanya, ke mana aliran anggaran pendidikan itu sebenarnya digunakan.
Kondisi Fisik Sekolah
Meski dana besar mengalir, kondisi fisik sekolah dinilai tidak mencerminkan kualitas unggulan. Plafon rusak, cat dinding mengelupas, dan fasilitas belajar jauh dari kesan layak. Sejumlah warga mengaku biaya masuk sekolah tersebut sulit dijangkau masyarakat menengah ke bawah, bahkan disebut hanya bisa ditembus dengan “orang dalam”.
Pengakuan Pihak Sekolah
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Budi, tidak membantah adanya pungutan SPP. Ia menyebut hal itu dikelola komite sekolah, namun enggan menjelaskan penggunaannya. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah dan Ketua Komite belum memberikan klarifikasi. Praktik ini dinilai bertentangan dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 dan UU Sistem Pendidikan Nasional yang menegaskan pendidikan wajib belajar tanpa biaya.