Kesempatan Kerja Migas Gayam Bojonegoro Kian Terbatas
KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR – Di balik gemerlap produksi minyak bumi dari kawasan migas strategis nasional di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, muncul ironi yang dirasakan sebagian warga sekitar. Harapan agar kehadiran ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) membuka jalan bagi kesempatan kerja lokal perlahan berubah menjadi kekecewaan.
Soni (25), pemuda Desa Mojodelik, mengaku sudah hampir setahun tidak memiliki pekerjaan tetap. Menurutnya, peluang kerja yang dulu bisa diakses masyarakat umum kini semakin menyempit. “Sekarang sudah tidak ada pekerjaan yang bisa dimasuki masyarakat umum. Yang dibutuhkan tenaga dengan keahlian khusus karena operasional sudah masuk tahap pemeliharaan,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Situasi serupa dialami Sholeh, warga Desa Ringintunggal. Ketiadaan pekerjaan membuat beban ekonomi keluarganya semakin berat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia terpaksa mengandalkan utang. “Kerja tidak ada. Utang terus bertambah karena kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi,” ungkapnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: sejauh mana keberadaan industri migas mampu mengangkat kesejahteraan warga yang hidup berdampingan dengan kawasan produksi minyak? Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak EMCL. Beritakeadilan.com telah berupaya meminta tanggapan kepada Humas EMCL, Toya Mustika, melalui pesan WhatsApp pada Selasa (9/6/2026), namun belum mendapat respons.
Masyarakat berharap perusahaan bersama pemerintah daerah tidak hanya fokus pada produksi energi, tetapi juga memperkuat program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan, dan penciptaan peluang usaha berkelanjutan. Bagi warga, keberhasilan proyek strategis nasional bukan hanya diukur dari besarnya produksi energi, melainkan dari sejauh mana kehadirannya mampu membuka kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.