Video Asusila Unair Surabaya Tunggu Putusan Komite Etik
SURABAYA, JAWA TIMUR – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menegaskan belum akan menjatuhkan sanksi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam kasus video asusila yang viral di lingkungan kampus. Pihak kampus menyatakan keputusan final hanya akan diumumkan setelah komite etik menyelesaikan pemeriksaan secara menyeluruh.
Ketua Pusat Humas dan Protokol Unair, Pulung Siswantara, menyebut komite etik tengah mendalami fakta dan keterangan dari mahasiswa, orang tua, hingga pihak lain yang diduga terlibat dalam perekaman dan penyebaran video berdurasi 2 menit 51 detik tersebut. “Sanksi akan dikeluarkan setelah pemeriksaan selesai, dan tentu tidak lama lagi,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (19/6/2026).
Komite Etik Dalami Fakta
Pulung menegaskan kampus tidak ingin tergesa-gesa mengambil keputusan sebelum seluruh proses investigasi rampung. Bentuk sanksi, termasuk kemungkinan skorsing, akan ditentukan berdasarkan tingkat pelanggaran yang ditemukan. “Kita akan lihat hasil pemeriksaan,” katanya.
Orang Tua Ikut Diperiksa
Dalam proses investigasi, Unair juga menghadirkan orang tua mahasiswa yang diduga terlibat. Langkah ini dilakukan karena mahasiswa masih berada dalam pengawasan keluarga. Selain itu, kampus menelusuri pihak yang merekam, mengunggah, hingga menyebarkan video yang kemudian viral di media sosial.
Langkah Pencegahan Kampus
Sebagai upaya pencegahan, Unair menyebut hampir seluruh ruang kuliah telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV). Kampus juga rutin memberikan edukasi etika dan norma akademik kepada mahasiswa. “Di hampir semua ruang kelas sudah ada CCTV dan memang ada pengawasan,” imbuh Pulung.
Kasus ini mencuat setelah video memperlihatkan sepasang mahasiswa berinisial HMB dan NJ diduga melakukan tindakan asusila di ruang kelas Gedung Kuliah Bersama (GKB) Unair. Kejadian tersebut direkam oleh mahasiswa lain yang berada di ruangan, lalu tersebar luas di media sosial sehingga memicu perhatian publik.