Keracunan Massal Program MBG Surabaya Hentikan Distribusi Makanan

Peristiwa 11 May 2026 18:51 1 min read 89 views By Edi
Keracunan Massal Program MBG Surabaya Hentikan Distribusi Makanan
"Gizi harus menyehatkan, bukan menimbulkan keresahan"

KABUPATEN LAMONGAN, JAWA TIMUR-Keracunan massal Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya mendadak menjadi sorotan publik. Ratusan siswa dari TK, SD, hingga SMP di wilayah Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, dilaporkan mengalami sakit perut, mual, dan muntah setelah menyantap paket makanan MBG pada Senin (11/5/2026).

Dugaan Kontaminasi Daging Krengsengan
Menu nasi dan daging krengsengan yang disuplai SPPG Tembok Dukuh Bubutan diduga menjadi pemicu keluhan kesehatan. Kepala SPPG, Chafi Alida Najla, mengakui banyak laporan siswa sakit perut setelah mengonsumsi daging tersebut. Ia menegaskan proses masak mengikuti SOP, namun bahan daging memang rentan jika terjadi kesalahan penyimpanan.

Distribusi Makanan Dihentikan Sementara
SPPG Tembok Dukuh yang melayani 13 sekolah dengan 3.000 porsi makanan langsung menghentikan distribusi sementara. Pihak penyelenggara menyampaikan permohonan maaf dan memastikan seluruh biaya pengobatan siswa ditanggung penuh. Pemerintah Kota Surabaya bersama Dinas Kesehatan kini menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan.

Pemerintah Turun Tangan
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji bersama DPRD Surabaya meninjau dapur pengolahan MBG. Meski kondisi dapur terlihat bersih, operasional tetap dihentikan hingga evaluasi selesai. Kasus ini menjadi perhatian luas masyarakat karena program MBG yang seharusnya meningkatkan gizi anak sekolah justru menimbulkan kekhawatiran baru terkait kualitas bahan dan pengawasan distribusi.

Chat with us on WhatsApp